FANFICT???  

Minggu, 14 Desember 2008

Yaaaaaa!! Fanfic pertamaku dengan Miyavi sebagai sang tokoh utamanya! Terinspirasi setelah aku nggak tahan ratusan kali nonton live videonya daigo & miyavi, Maria..
Semoga kalian suka!

Miyavi masuk ke apatemennya sambil m'lepas jaket bikinan fotus yang udah nemenin dia panas2 seharian ini diluar.
"Huuuaaah!!!!! Panas banget, seeh!" teriaknya menggerutu.
Seekor kucing berbulu tebal m'dekatinya.
"Hai, miyabimaru.. kau sudah lama ya menungguku?" tanya Miyavi sambil menggendong kucing peliharaannya itu. Kucing itu mengeong.
Diamatinya kucing itu serius.
"Hey, bulumu terlalu tebal.. apa kau nggak kepanasan? sini aku cukur.."
Kucing itu langsung meronta dari gendongan majikannya itu dan menjatuhkan dirinya dilantai. Dia tidak rela kalo bulunya dicukur paksa oleh majikannya itu [sinting..]
"Ha-ha-ha! Kau lucu sekali Miyabimaru! Aku 'kan hanya bercanda, aku nggak tega m'cukurmu.. lagian aku nggak mau punya kucing gundul! ha-ha-ha!"
[apa kucing mengenal bahasa miyavi? atau miyavi bisa bahasa binatang?]
Kucing itu mendesis [marah ^ ^;]
Miyavi menggaruk2 kepalanya. Dia memikirkan sesuatu.
"Sini, kita minum es krim yuk.." ajak Miyavi sambil mengajak Miyabimaru ke dapur.
Miyavi mengobrak-abrik isi kulkasnya yang penuh dan sangat berantakan.
"Naaah! ini dia! es krim coklat.. uuh, kayaknya enak banget nih!" serunya sambil menarik sekotak es krim coklat dari kulkas pink-nya.
Miyavi kemudian duduk disofa b'warna pink yang sengaja diletakan didapur disusul miyabimaru yang duduk dipangkuan miyavi sambil m'bawakan miyavi sebuah sendok.
"Kucing pintar.." pujinya sambil menepuk2 kepala miyabimaru yang terus mengeong.
Miyavi m'buka skotak es krim coklatnya dengan buru2 lalu m'lahapnya sesendok penuh.
Sementara itu, miyabimaru ikut asyik menjilati es krim itu. Sungguh pemandangan yang penuh rasa kekeluargaan [ yaaaaks!]
"Eeem.. enak sekali! Kau suka miyabimaru?" tanya Miyavi dengan mulut penuh es krim.
Miyabimaru mengeong.
Keduanya terlihat begitu asyik, sampai akhirnya keasyikan mereka terganggu oleh seseorang yang menggedor2 pintu apartemen Miyavi.
"Miyabi-kun!! buka pintunyaaaa! cepeeeet!" teriak seseorang dari luar.
"Siapa sih? ngganggu aja!" sungut miyavi pelan.
Miyabimaru turun dari pangkuan Miyavi sebelum majikannya itu berdiri dan membukakan pintu orang yang sudah mengganggu acara makan es krim bersama yang sedang asyik2nya tadi.
Miyavi m'buka pintu.
"Aaaah, kau Daigo! Ada perlu apa kau kemari? Oya, berikan aku pelukan pertemuan donk!" sambut Miyavi setelah tahu kalo orang yang sudah mengganggu acara makannya adalah Daigo.
"Aaargh!!!!! Nggak ada acara peluk2an! gara2 kau menciumku waktu itu, sekarang banyak pers yang mengejarku!!" tolak Daigo ketus sambil buru2 menutup pintu apartemen miyavi.
Dia langsung berlari ke dapur dan duduk2 diatas sofa pink miyavi.
Sejak peristiwa ciuman di live konser-nya dengan Miyavi beberapa hari yang lalu, Daigo terus saja diburu pers untuk m'dapatkan penjelasan tentang kejadian itu. Itu m'buatnya menjadi agak stress dan emosional akhir2 ini.
Matanya menatap es krim coklat miyavi yang ada sampingnya. Tanpa basa-basi cowok itu langsung memakannya.
"Hey! itu es krim-kuuu.." seru miyavi sambil berusaha merebut es krim itu.
"Masa bodo!" sungut Daigo galak.
"..dan Miyabimaru.."
Setelah mendengar kata 'miyabimaru' Daigo langsung m'berikan es krim itu pada miyavi dan buru2 berlari ke wastafel lalu memuntahkan es krim yang sudah ditelannya.
"Kau ini menjijikan sekali! Kenapa kau berbagi es krim dengan kucing!"
Miyavi tertawa, kemudian dimakannya lagi es krim itu.
"Miyabimaru itu sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, wajar kan kalo aku berbagi dengannya.." jawabnya santai.
Daigo kembali duduk disofa sambil berusaha menenangkan diri.
Miyavi menatap cowok itu genit. Daigo merasa agak terganggu dengan tatapan cowok itu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?!" teriak Daigo.
Miyavi menyisakan sedikit es krimnya untuk miyabimaru dan meletakkannya di atas meja. Kemudian dia duduk di samping Daigo.
"Lucu.."
"Apanya yang lucu?!" bentak Daigo.
"Karena aku kau menghindar dari kejaran pers dan berusaha sembunyi, tapi kenapa kau malah bersembunyi di apartemenku?" kata Miyavi.
"Haa.."
Muka Daigo memerah. Dia malu karena merasa begitu bodoh. 'Kenapa aku malah bersembunyi disini?' pikirnya dalam hati.
"Itu.. itu karena apartemenmulah yang paling dekat untuk dijadikan tempat bersembunyi waktu aku dikejar2 pers tadi..!!!" serunya membela diri.
"Oooow.. begitu, tapi jangan2 kau ketagihan dengan ciumanku kemarin dan mau mencobanya lagi, ya? Itu boleh.." goda miyavi sambil memonyongkan bibirnya.
"Aaaaargh!!! Dasar sinting!!" teriak Daigo sambil berusaha menyingkirkan wajah cowok itu dari hadapannya.
Miyavi tertawa t'bahak2.
Tawanya tiba2 terhenti dan menatap wajah Daigo serius. Daigo menjadi bingung melihat tatapan Miyavi yang terkesan begitu aneh.
Miyavi mendekatkan bibirnya ke bibir Daigo.' Apa Miyabi-kun mau menciumku?' pikir Daigo dalam hati.
Tiba2 lidah miyavi terjulur dan menjilat bibir bawah Daigo.
"Haaaah!! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menjilatku?!" teriak Daigo.
Miyavi terkekeh, ".. ada sisa es krim bibirmu.. [uuh, pria yang menjijikkan]" jawabnya sambil tersenyum.
Daigo menatapnya kesal, tapi lama2 pandangannya berubah.
Cowok itu lalu tertawa.
"Apa yang kau tertawakan dariku?" tanya Miyavi bingung.
"Kalau kau tertawa gusimu kelihatan.. ha-ha-ha..!" jawabnya sambil tertawa.
"Uugh! Apanya yang lucuuuu?!" teriak Miyavi sambil beranjak meninggalkan Daigo.
Miyavi mengangkat miyabimaru dari atas meja yang sedang asyik menjilati sisa es krim coklat milik miyavi tadi.
Miyavi masuk ke kamarnya dan menyalakan TV.
"Nggak ada acara yang bagus.." gumamnya sambil m'belai2 bulu miyabimaru.
Daigo terdiam, dia merasa nggak enak. ' Waah, apa miyabi-kun marah padaku ya? Aku kan cuma bercanda..' batinnya.
Cowok itu kemudian beranjak dari dapur dan menyusul miyavi ke kamarnya. Dengan wajah penuh rasa bersalah dia duduk disamping miyavi.
"Miyabi-kun.. kau marah padaku, ya? Kalau begitu maaf, ya.. aku nggak bermaksud untuk mennyinggung perasa.."
Sebelum kata2 Daigo selesai terucap, bibir miyavi menempel di bibirnya. Daigo sempat kaget dengan ciuman itu, tapi beberapa saat kemudian, dia mulai menikmatinya.
Miyabimaru hanya bisa mengeong melihat apa yang tuannya lakukan dengan Daigo, kemudian dia keluar dari kamar Miyavi [kucing yang pemalu..]
Miyavi melepas ciumannya, tapi daigo melingkarkankan tangannya dileher miyavi dan menciumnya sekali lagi [uuuch..]
Daigo tersentak, kemudian melepaskan ciumannya.
"Ma.. maaf miyabi-kun, aku terlarut [bernafsu.red].." gumam daigo pelan.
Miyavi tersenyum. " Nggak apa2 kok.. Aku suka.."
Miyavi membelai wajah Daigo. Didorongnya tubuh cowok itu ke atas tempat tidur kemudian dia duduk di atas perut cowok itu dan tangannya mulai menjelajahi tubuh Daigo [yaaaaw.. apaan neeh?! terusin aja dink ^ ^!]
Tubuh Daigo gemetaran dan dingin. Tiba2 pandangan matanya menjadi berkunang2, sampai akhirnya dia tak sadar akan apa yang dia lakukan selanjutnya..

Malam harinya..

"Aaaargh! Apa yang sudah kulakukan?!" seru Daigo terbangun dari tidurnya.
Didapatinya dirinya berbalut selimut pink yang tebal dan pakaiannya sudah b'ganti menjadi piyama yang juga berwarna pink. [semuanya serba pink yaaw?]
"Hikz.. jangan2 aku sudah tidak perjaka lagi.." tangisnya pelan,".. ini semua gara2 miyabi-kun.." geramnya sambil beranjak dari tempat tidur miyavi.
"Miyabi-kuuuun..!!" teriaknya sambil mencari2 miyavi.
Teriakkannya terhenti setelah melihat miyavi yang sedang tertidur lelap di depan laptopnya. Tanpa suara dia mendekati miyavi agar tidak mengganggu tidurnya. Diamatinya wajah miyavi dengan seksama. Dia terpesona melihat wajah miyavi yang terlihat begitu innocent [benarkah??]
Rasa kesalnya perlahan menghilang.
Daigo tersenyum. Diambilnya selimut pink yang dipakainya tadi dan membalut tubuh miyavi dengan selimut itu.
"Daigo-kun.." igaunya,".. kau itu kawaii sekali.." igau miyavi lagi.
Senyum Daigo semakin lebar.
Tiba2 Miyavi menarik tangannya. Sekali lagi, dia mencium bibir tipis Daigo..
Daigo menikmatinya.'Apa disaat seperti ini Miyabi-kun juga menikmatinya?' tanyanya dalam hati.
Ciuman mereka semakin dalam, dan semakin dalam.. sampai tiba2 kaki kursi yang diduduki miyavi tidak kuat menahan mereka berdua.
Miyavi terjatuh. Dia mengerang kesakitan karena Daigo ikut terjatuh diatasnya [kasiaan, sudah jatuh tertimpa orang pula..]
"Daigo, kenapa kau menjatuhikuuu!!" teriak Miyavi.
"Sssstt.. jangan keras2, ini sudah malam.." bisik Daigo pelan sambil bangun dari atas tubuh miyavi.
Miyavi mengelus2 pantat dan perutnya yang sakit sambil meringis kesakitan.
"Tadi kau tertidur, waktu aku menyelimutmu,kau malah menarikku sampai jatuh.. sebenernya kamu mimpi apa, sih?" tanya Daigo mencoba menutupi apa yang terjadi barusan.
Wajah Miyavi memerah,".. kamu nggak aku apa2in kan?"
Daigo menggeleng [boong tuuuuh!!]
"Sebenarnya tadi aku mimpi.. mimpi ciuman dengan spesies wanita.." jawab Miyavi pelan.
Jantung Daigo terasa berhenti sesaat. 'Jadi, miyabi-kun tidak memimpikanku ya?' batinnya kecewa.
"Aaah, sudah! Ayo tidur saja! ini sudah malam!" ajak miyavi sambil mematikan laptopnya.
Mereka berdua masuk ke kamar. Daigo yang kelihatan nggak bersemangat menutup pintu kamar itu pelan.
"Apa kita tidur seranjang miyabi-kun?" tanyanya pelan.
"Ya iyalah.. Memangnya mau tidur dimana? aku nggak rela kalau harus tidur di sofa cuma gara2 ada kamu.." jawab miyavi ogah2an sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Wajah Daigo kembali bersinar.
"Eemm.. Miyabi-kun.. tadi siang apa yang sudah kau lakukan padaku? kenapa aku bisa tertidur dan bajuku sudah ganti jadi piyama?" tanya Daigo malu2.
Miyavi bangun dan berjalan mendekati Daigo.
"Heh, jangan mikir yang nggak2 ya.." jawab miyavi sambil mendorong2 kepala Daigo,"Tadi siang kamu pingsan, mungkin karena kamu kecapekan lari2 dikejar pers, lalu karena bajumu kelihatannya begitu panas kalau dipakai ya aku menggantinya dengan piyama. Itu saja. Aku kan nggak minat dengan sesama jenis, aku lebih suka sama spesies wanita.." lanjutnya panjang lebar.
Wajah Daigo sekali lagi menjadi muram,'.. jadi miyabi-kun nggak ngapa2in aku?' batinnya kecewa.[sebenernya apa sih maunya ni anak??]
Miyavi berlenggang dan kembali ke tempat tidurnya.
Sebelum miyavi menapakkan kakinya diatas tempat tidur, Daigo memeluknya dari belakang.
"Miyabi-kun! Aku udah nggak tahan lagi!! Kadang miyabi-kun seolah ngasih tanda kalau miyabi-kun suka sama aku, tapi kadang juga ngasih tanda nggak suka sama aku! Kalo begitu terus aku jadi tersiksa! Aku suka sama miyabi-kun! Nggak peduli miyabi-kun suka sama siapa, yang penting aku sudah mengungkapkan perasaanku pada miyabi-kun!" seru Daigo sambil menutup matanya.
Miyavi m'balikkan badannya. Tatapan matanya menunjukkan kemarahan. Itu m'buat Daigo m'jadi ketakutan dan m'buatnya memutuskan untuk segera pergi dari apartemen itu.
Dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu, tapi Miyavi menahannya."Kau tidak boleh pergi.. Kau harus bersamaku selamanya.."
Kata2 Miyavi itu menghentikan langkah kaki Daigo.
"Kau mau bermain denganku malam ini?" tawar Miyavi.
Daigo menganggukkan kepalanya.
Miyavi menggandeng tangan Daigo yang dingin dan membawanya kembali ke kamar dan menidurkannya di atas tempat tidur.
Miyavi mencium bibir Daigo, dan mereka memulai permainan itu. Jemari Miyavi meraba kulit Daigo.
"Kau harus kuat, akan sedikit sakit.." bisik miyavi
"Uuugh.." erang Daigo pelan.
Kamar itu menjadi semakin panas. Jantung Daigo berdetak semakin kencang. Napasnya terengah-engah. Erangan lirih Daigo mulai tersamar oleh bunyi hujan yang tiba2 saja mengguyur Tokyo yang tadinya panas itu.
Miyabimaru yang mengintip dari celah pintu akhirnya menutup kedua matanya dengan kaki depannya.. [waaah.. mereka ngapain ya??]

End

[Huuuaaah!!! Cerita yang aneh.. Eemm, sebenernya aku agak ragu jadiin nih fanfic coz miyavi yang jadi tokoh utama, soalnya takut ga diterima [heeeeh??] Tapi, kalo hyde vs gackt ato member2 diru udah banyak yang bikin.. tapi yaaaw belom ada kan yang pake miyavi?? kan kasiaaan..
Oke deh!! Tunggu fanficku selanjutnya...

Monggo di lanjut...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


MIYAVI 'MEEV' profile  

Sedikit biography tentang miyavi. lahir pada tanggal 14 September 1981 di
Hyogo, Jepang, ibunya kelahiran jepang dan ayahnya keturunan generasi
Zainichi Korea… waktu kecil dia memang sudah ada bakat pemusik loh..dia
mulai membuat lagu dan bermain gitar…dan yang tak ketinggalan adalah
hobinya pada sepak bola …tapi itu tidak berlangsung lama dia mendapat luka parah hingga ia tidak bisa bermain bola lagi…duh kasiannya..
Sambung lagi nih…Miyavi adalah seorang gitaris solo karir. Sebelum solo
karir, dia tergabung dengan salah satu visual kei indies band Dué le quartz,
yang bubar pada tahun 2002. Di tahun yang sama, Miyavi mengumumkan bahwa dia
akan melakukan solo karir, pada saat itu dia mengubah namanya dari miyabi
jadi miyavi, dan meluncurkan debut album “-gagaku-”.oiya dia juga sudah
pernah main film loh…judulnya kalo gak salah..Oresama di tahun 2004..
Kemudian dia menandatangani perjanjian kontrak dengan PS Company bersama para
artis lain seperti Alice Nine, Kagrra,, Gazette, and Kra..dan dipengujung
tahun 2004 miyavi akhirnya menandatangani kontrak dengan label UNIVERSAL..dan
disaat itu dia melangkah menjadi Majors…dan untuk meninggalkan masa-masa
indies dan memulai masa majornya, dia menggelar konser yang diberi nama Rock
no Gyakushuu -Super Star no Jouken- pada November 2004..keren gak seh…Miyavi sangat berbakat dalam bermain gitar.. dan siapa menyangka pula.. dia
cukup berbakat sebagai vocalist.. aksinya di panggung dan di dalam PV
sangatlah luar biasa.. seperti kebanyakan artis keluaran PS company
lainnya… tapi kayaknya dia ini orangnya aneh.. super duper PD
[ehehehe...maaf ya miyavi..]…selain sifatnya.. gaya bermain gitar klasiknya
pun unik tapi menusuk dihati..hmmm….dia telah menciptakan lagu dengan
aliran musik yang berbeda-beda mulai dari rock, Ballad, klasik, blues, pop,
metal…tapi ditahun 2007 dia mulai memberikan warna yang baru pada
musiknya…dia mulai membuat lagu Hip-Hop yang dicampur dengan gaya bermain
gitar klasiknya yg unik…dia juga ikut dalam proyeknya Yoshiki, band SKIN
yang terdiri dari 4 orang yang pasti tidak asing lagi yaitu Yoshiki, Gackt,
Sugizo, Miyavi sendiri..n di bulan 25 desember 2007 lalu dia mengadakan tour
keliling dunianya yang yag diadakan di Germany, America, England, France,
Finland, Taiwan, Japan, China, and South Korea….apa gak capek sih….
[pokoknya keren dah]..

oiya hampir lupa …Katanya dia baru belajar maen gitar umur 14 tahun tapi
jadi
gitaris terbaik se-jepang umur 16 tahun wew.. Dia bener2 jenius .. hebat
euwoi….

Monggo di lanjut...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


THe_G@z3Tt3  

Sabtu, 15 November 2008



THe GaZettE bioGrafi

© the GazettE
PROFIL
Dibentuk oleh kelima orang membernya. The GazettE merupakan salah satu dari band-band terkenal di label PS Company, tempat bernaung band-band lain seperti Kagrra dan alice nine. Meski musik rock yang menjadi jiwa dari band ini, mereka tidak takut untuk bereksperimen dengan musik mereka dan musik mereka luas tidak ada batasan dari soft ballad hingga punk rock bahkan beberapa lagunya terdapat unsur hip-hop. The GazettE adalah sebuah band visual, dimana penampilan mereka bervariasi dari single ke single dan album ke album, tetapi musik mereka selalu mencerminkan ‘Gazette’ dan rock.
BIOGRAFI
(catatan : Ketika pertama kali dibentuk, awal mulanya The GazettE diketahui hanya sebagai Gazette dan akan diceritakan di biografi ini tentang perubahan nama mereka).
Gazette bermula pada awal tahun 2002, terdiri dari lima angota yang kesemuanya laki-laki, meski masih muda, mereka sudah cukup berpengalaman di dunia musik. Tiga dari personelnya telah bekerjasama di band-band lama (Ma’die Kusse dan Kar+te=zyAnose); dimana vokalisnya adalah Ruki, salah satu gitarisnya Uruha dan bassisnya Reita. Dua mantan member dari Artia melengkapi formasi awal ini; Aoi pada Gitar dan Yune pada drum. Setelah resmi bergabung di label Matina, mereka merilis single pertama, Wakaremichi, dan sebuah video dalam bentuk VHS pada bulan April, melalui berbagai acara dan perilisan omnibus dengan segera mengangkat nama mereka. Band ini pun sukses menggelar oneman pertama pada bulan Oktober di tahun itu. Pada akhir tahun mereka ikut ambil bagian di acara "FINAL PRELUDE 2002~2003 Matina PRESENTS" karena label Matina ini akan bubar.Pada tahun 2003, Yune menggumumkan akan meninggalkan Gazette. Dia dengan segera digantikan oleh Kai (ex Mareydi†Creia) dan band ini lalu bergabung dengan label PS Company. Mereka ambil bagian di tur pertama bersama dengan rekannya dari band indie Hanamuke, dan merilis mini album pertama Cockyane Soup selanjutnya diikuti dengan perilisan dua mini album lainnya dua bulan sesudahnya. Pada sisa tahun, mereka melanjutkan dengan mengadakan tur Beauti-Fool's Fest 2003 bersama dengan artis lainnya seperti Merry dan D'espairsRay. Gazette menggebrak tahun 2004 dengan mengadakan oneman di Shibuya AX (konser ini kemudian dirilis dalam bentuk DVD) dan saat itu juga mereka membuka fan club secara resmi. Mendekati akhir tahun, band ini merilis DVD live kedua dan kemudian mereka memberikan fans mereka apa yang telah dinantikan lebih dari dua tahun, yaitu album perdana mereka Disorder. Di bulan Desember, mereka ikut berpartisipasi di Beauti-Fool's Fest dan menggelar sebuah tur kecil.Tahun 2005, Gazette nampaknya mengerahkan seluruh waktu mereka di bis tur atau di panggung karena hampir tiada hentinya mereka menggelar tur ke seluruh negeri. Beberapa item dirilis di antaranya tur dan photobook pertamanya "Verwelktes Gedicht", yang dijual di bulan September. Akhirnya mereka beristirahat singkat hingga bulan Desember yang dilanjutkan dengan keikutsertaannya pada acara "PEACE & SMILE CARNIVAL TOUR 2005" dengan memakai nama label dan merilis single Cassis yang menjadi single terakhir yang dirilis dibawah nama Gazette. Tahun 2006 merupakan tahun yang sangat sibuk untuk Gazette. Mereka mengganti nama dari ‘Gazette’ yang ditulis dalam huruf Jepang, menjadi The GazettE, ditulis dalam bahasa Inggris, band ini menggebrak tahun itu dengan merilis sebuah album baru Nil. Mereka dengan segera melakukan tur besar-besaran, menjangkau seluruh Jepang dengan lebih dari tiga puluh pertunjukkan. Tur finalnya diadakan di Nippon Budokan, salah satu tempat penyelenggaraan terbesar di Jepang, dan habis terjual. Mereka juga mengadakan pertunjukkan Eropa pertamanya di Jerman pada akhir Juli, untuk menyenangkan fans internasional mereka. Kemudian masih di tahun itu, mereka membuka homepage resmi versi bahasa inggris pada bulan Oktober. Mereka mengakhiri 2006 dan mengisi tahun 2007 dengan jadwal tur dan single-single baru sebelum mengumumkan perilisan album baru STACKED RUBBISH pada musim panas, dan penyelenggaran dua buah tur. Tur pertama akan dimulai pada awal Juni, yang diadakan dari musim panas hingga gugur, dan tur keduanya akan menutup bulan musim dingin. Untuk menyenangkan para fans internasional mereka, The GazettE memutuskan untuk kembali ke Eropa dengan mengadakan sebuah rangkaian tur kecil yang akan diadakan di Jerman, Perancis, Finlandia, dan Inggris pada bulan Oktober.
Monggo di lanjut...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


v!5u@l_k3i  



Di edisi yang lalu telah dikenalkan beberapa genre musik di jepang. Kali ini saya akan membahas tentang band jepang yang menganut aliran Visual Kei. Visual kei sendiri sebenarnya bukanlah jenis atau genre musik di Jepang, melainkan suatu gerakan dalam genre J-Rock yang mengutamakan penampilan yang berkesan visual sehingga menarik penonton. Visual Kei sendiri populer pada tahun 1990an dan penampilan visual kei sendiri dimulai oleh X Japan. Penampilan yang berkesan visual itu didukung dengan kostum yang sangatlah rumit dan juga make up yang cenderung tebal. Kebanyakan band penganut visual kei itu biasanya adalah band yang beranggotakan pria. Para anggota band visual kei sendiri biasanya memiliki kesan feminim atau kalau di Jepang, mereka disebut sebagai Bishounen atau cowok cantik.
Visual Kei sendiri tidak memiliki acuan pada jenis musik tertentu, tetapi sebagian besar dari band visual kei ini memainkan musik-musik berjenis Rock, Hard Rock, Gothic, Neoclassis, dan pop. Kadang-kadang mereka memasukkan unsur rap, murmured, growling, techno dan juga unsur digital dalam musiknya sehingga dalam band visual kei sendairi memiliki berbagai macam jenis musik sehingga jika kita mendengarkan musiknya tidak terkesan monoton.
Beberapa band visual Kei yang telah terkenal antara lain L`Arc~en~Ciel(walaupun sekarang mereka telah meninggalkan penampilan visual mereka), Dir en Grey, the GazettE, Alice Nine, Kagrra, Kra, Malize Mizer, X Japan, Due’le Quartz, Luna Sea, Vidoll, Versailles, exisTrace, SADS, Lolita23q, 12012, ScReW, SuG dan sebagainya. Saking banyaknya band yang sukses karena menggunakan penampilan visual kei, di Jepang-pun tumbuh kepercayaan di kalangan komunitas band, jika ingin sukses dalam bermusik, sebaiknya pada awal debut hendaknya menggunakan penampilan visual kei.
Di Indonesia sendiri, kebanyakan para remaja atau komunitas pecinta musik jepang khususnya pecinta visual Kei sangat menyukai band Dir en Grey, the GazettE dan juga Kagrra, dan juga 12012. Untuk Dir en Grey sendiri telah dibahas pada edisi yang lalu. Pada 2 band tadi (the GazettE dan 12012) memiliki keunikan yang berbeda.

Untuk 12012 (ichi ni zero ichi ni) yang digawangi oleh Wataru Miyawaki(vo), Hiroaki Sakai(G), Yuusuke Suga(G), Tomoyuki Enya(Ba), dan Kawauchi Toru(Dr) mereka memiliki ciri khusus dalam tiap albumnya. Dalam tiap album, semua lagu diciptakan oleh sang vokalis yaitu Wataru. Tiap lagu memiliki saling keterkaitan sehingga dapat dijadikan sebuah novel. Bukan hanya tiap lagu, tiap album juga memiliki suatu keterkaitan antara satu dengan lainnya. Kepiawaian Wataru dalam menciptakan lagu sekaligus mengarang cerita bagi lagunya sangatlah mengesankan sehingga membuat para pendengar menjadi penasaran dengan kelanjutan dari cerita dari lagu tersebuat. Dalam musiknya, nuansa pop dan rock cukup mendominasi dalam setiap lagu, contohnya saja lagu Mr. Liar yang bernuansa rock dan lagu Once Again yang bernuansa pop.
Lain halnya dengan the GazettE, group band yang digawangi oleh Ruki (vo), Reita(Ba),Aoi(G),Uruha(G), dan Kai(Dr), mereka menyajikan musik-musik dengan berbagai macam unsur yang berbeda. Dalam musiknya the GazettE lebih mengutamakan dalam permainan bass Reita. the GazettE menyajikan berbagai macam genre musik dalam tiap albumnya,seperti pada album Stacked Rubbish tengoklah pada lagu Chizuru yang bernuansa slow, Agony yang bernuansa rapp, Filth in Beauty yang bernuansa rock dan Hyena penuh dengan screaming khas Ruki pada lagu ini. Dalam tiap albumya, the GazettE selalu saja memberikan terobosan baru dalam musiknya jadi tiap kali mereka mengeluarkan album, pasti banyak sekali perbedaan yang terasa antara album satu dengan yang lain. Dalam tiap penampilannya the GazettE memakai kostum yang berbeda dan sangat rumit untuk ditiru juga pemakaian make up yang sedemikian rupa sehingga membuat para personelnya menjadi berwajah ‘cantik’ sama halnya juga dengan penampilan 12012 yang juga memakai kostum yang hampir mirip jenisnya dengan kostum yang dikenakan oleh the GazettE. Jadi, jangan sampai anda terjebak ketika anda melihat PV mereka dan menemukan wajah-wajah cantik disana karena mereka semua adalah laki-laki.
Belakangan ini, di indonesia merebak demam visual kei. Tiap kali ada event acara Jepang, para pecinta visual kei seringkali melakukan cosplay dengan memakai kostum yang dikenakan oleh band kesukaan mereka dalam PV(promotion video) ataupun dalam photobook. Bukan hanya cosplayers saja yang makin menjamur di Indonesia, band beraliran visual Kei juga mulai bermunculan di Indonesia seperti Pink Cherry, C’est A Dire dan masih banyak lagi. Kebanyakan band visual kei tersebut menyanyikan lagu-lagu milik Dir en Grey, L`Arc~en~Ciel, the GazettE, Miyavi dsb.
Diharapkan dengan banyaknya band bisual kei di Indonesia dapat merubah setidaknya corak musik Indonesia yang terkesan monoton menjadi lebih berwarna dan lebih menggigit. Untuk para pemain band visual kei Jepang, saya hanya bisa memberikan 2 thumbs up untuk mereka karena musik mereka benar2 membuat saya tergila-gila dengan musik yang mereka ciptakan dan yang mereka mainkan.
CHAYOO...
n_n
Monggo di lanjut...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


J-Genre_in_INDONESIA  

Minggu, 02 November 2008

PADA DASARNYA Japanese Pop atau yang sering disingkat dengan J-pop merupakan istilah umum yang mencakup banyak genre musik Jepang. Seperti pop, rock, rap dan soul. Aliran ini mengacu pada musik populer di Jepang.

Sedangkan J-rock, Visual Kei (penampilan kostum band-band Jepang), J-rap, lagu anime, boysband, bubblegum pop, dan girl group merupakan istilah-istilah yang masih berkaitan dengan J-pop. Namun toko-toko musik di Jepang, umumnya membagi jenis musik dalam kategori J-pop, Enka, Klasik dan kategori Internasional.

Sebenarnya istilah J-pop diambil dari sebuah stasiun radio “J-WAVE”. Istilah ini digunakan untuk membedakan gaya musik modern dengan musik klasik Jepang yang disebut Enka atau bentuk ballad dari Jepang tradisional. Selain penyanyi J-pop, seiyuu (pengisi suara) anime biasanya juga ikut menyumbangkan vokalnya dalam anime tersebut.

Akar dari J-pop berawal dari... musik Jazz yang menjadi populer pada awal era Showa, yakni era yang dimulai pada tahun 1926 oleh Kaisar Hirohito sampai dengan masa Perang Dunia II 1945.

Musik Jazz memperkenalkan berbagai jenis alat musik yang sebelumnya hanya dipergunakan untuk musik klasik dalam militer. Namun di masa Perang Dunia II, musik jazz sempat terhenti akibat tekanan dari tentara kerajaan Jepang.

Setelah masa perang berakhir, Tentara Amerika Serikat memperkenalkan kepada Jepang jenis musik khas Amerika seperti boogie-woogie, mambo, blues dan country. Tak heran bila musik-musik J-pop cenderung identik dengan beberapa musik Amerika. Hal ini dikarenakan gaya hidup orang Jepang pasca Perang Dunia II meniru gaya Amerika.

Namun, Jazz bukanlah jenis musik yang mudah dipelajari sehingga sebagian besar musisi amatir Jepang memilih untuk mempelajari musik country. Alasannya, karena musik country dianggap lebih mudah dipelajari.

Pada tahun 1956, barulah wabah Rock and Roll mulai melanda Jepang. Di sana banyak bermunculan grup-grup yang meniru Rock and Roll Amerika. Tapi puncak kejayaan aliran ini tidak bertahan lama. Turunnya pamor rock and roll di Amerika Serikat merembet ke Jepang.

Setelah itu, sebagian besar musisi Jepang mulai memadukan musik pop tradisional Jepang dengan rock and roll. Sedangkan musisi lain memilih untuk menciptakan musik yang baru,. yakni dengan mengambil lagu populer di Amerika lalu menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Jepang hingga muncul istilah “Cover Pop”.

Pada tahun 1970-an hingga pertengahan 1980-an, para musisi Jepang mulai menerapkan aransemen lagu yang lebih kompleks. Di era ini muncul beberapa artis seperti Takura Yoshida dan Yusui Inoue. Tema cinta, kesan pribadi dan minim dengan pesan sosial mejadi tema mayoritas. Musik jenis ini kemudian disebut New Music.

Pada tahun 1980-an, muncul istilah City Pop, yaitu musik-musik yang bertemakan kota-kota besar di Jepang seperti Tokyo. Karena istilah city pop kurang begitu dikenal, banyak orang sulit membedakan antara city pop dan new music. Begitu istilah tersebut menjadi populer, Wasei Pop menjadi istilah untuk mendeskripsikan baik City Pop atau pun New Music.

Barulah pada tahun 1990, J-pop menjadi sebutan umum untuk sebagian besar musik-musik populer di Jepang. Salah satu kunci kesuksesan J-pop adalah menyesuaikan perkembangan gaya musik. Seperti Namie Amuro yang berawal dari Techno lalu berubah ke pop dan akhirnya hip-hop. Karenanya Amuro sampai sekarang masih merupakan artis populer.

Tingginya laju pertumbuan J-pop hingga mencatat perubahan sountrack dalam acara anime atau acara televisi sampai empat kali setiap musim dalam setahun. Bahkan sebuah anime bisa memiliki lebih dari 56 lagu dan sedikitnya satu lagu dirilis sebagai single. Tak hanya anime saja yang menggunakan sountrack J-pop. Dewasa ini acara televisi, acara radio, film, iklan, video game, bahkan acara berita di televisi pun menyuguhkan lagu-lagu J-pop sebagai penutup acaranya.

Salah satu keunikan dari band-band Jepang adalah keunikannya dalam berkostum di atas panggung. Mereka memiliki gaya dan cara yang bervariasi. Banyak pula yang menggabungkan musik maupun kostum mereka dengan budaya tradisionalnya atau style abad pertengahan.

Style atau gaya penggung mereka biasanya dipengaruhi oleh 4 genre musik, yaitu Gothic, metal, rock, dan industrial. Style-style itulah yang biasa disebut key visual atau visual kei.

Beberapa contoh style dalam visual kei yang sering dipakai oleh band-band J-rock dan sering ditiru para cosplayers (pemakai kostum) antara lain, Gothic, Lolita, Oriental, Groom Boom, Glam, Angelic, Fetish, Fairy Tale, Mediteranean, Punk, Cyber dan Free Style.

Dari sekian banyak style itu, sebagian orang kurang memahami penerapannya. Seperti Gothic yang dikenal dengan pakaiannya yang serba hitam. Tapi sebenarnya style ini tidak selalu menggunakan pakaian seba hitam. Bisa saja warna hitam digabungkan dengan warna-warna lain. Contoh band yang selalu mengusung style ini adalah Malice Mizer dan Moi Dixmois.

Menurut mereka, penampilan visual kei merupakan hal yang terpenting bagi pemain band Jepang. Setelah itu baru kualitas musiknya. Karenanya, cosplay membuat keduanya lebih percaya diri. Terlebih bagi Fajar yang juga desainer cosplay di toko Orenji. Orenji merupakan toko penyedia pernak-pernik Jepang yang didirikan oleh sebagian dari anak-anak Zekkyo, Komunitas Jepang di dunia Cyber

Betotan bass dalam musik-musik J-rock biasanya lebih bervariasi, bahkan bisa melebihi petikan gitar. “Hal tersebut merupakan salah satu keunikan dari musik Jepang,” imbuh bassis yang nama bandnya sama dengan salah satu Caffe tempat berkumpulnya Komunitas Jepang di Surabaya, Ko-J-Tsu.

“Karena itu ada Jpop, Jrock. Je-je-an. Bisa keliatan individualis tapi menarik, kreatif. Nyaris ga da yang bosenin”
Monggo di lanjut...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Your_LINK

 

Design by h4r47uKu'Z_b0y'Z